Koalisi Prabowo Usulkan Pilpres oleh MPR Lagi - Setelah menghapus pemilihan langsung oleh rakyat,
Koalisi Merah Putih menggulirkan wacana mengembalikan pemilihan presiden
ke Majelis Permusyawaratan Rakyat. Wakil Sekretaris Jenderal Partai
Amanat Nasional Herman Kadir beralasan pemilihan presiden secara
langsung oleh rakyat memecah belah masyarakat.
Kalau
pilpres langsung menimbulkan konflik, saya pikir harus dicabut,” ujar
Herman saat dihubungi, Minggu, 28 September 2014.
Herman
pernah mengatakan pemilihan langsung sebagai produk Barat. Menurut dia,
demokrasi di Indonesia diwakilkan kepada parlemen. ”Kalau perlu,
presiden dipilih kembali lewat MPR,” ujar anggota Komisi Pemerintahan
Dewan Perwakilan Rakyat itu pada 12 September lalu.
Di DPR,
dia juga pernah mengusulkan amendemen Undang-Undang Dasar 1945 soal
pemilihan presiden agar kembali lewat MPR. »Saya salah satu yang paling
keras mengusulkan, tapi tidak disepakati,” katanya. Waktu itu, kata
Herman, anggota DPR yang lain menolak, karena usulan tersebut bisa
menjadi blunder. »Nanti kita ribet,” ujar Herman, menirukan koleganya.
Anggota
Fraksi Demokrat, Hayono Isman, menilai peluang presiden kembali dipilih
oleh MPR terbuka lebar. »Kalau Koalisi Merah Putih bisa menguasai DPRD
dan kepala daerah, menguasai MPR pun bisa. Maka, melakukan amendemen
mudah sekali,” kata Hayono, Sabtu lalu.
Pengamat
politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti,
mengatakan analisis Hayono masuk akal. Ditambah Demokrat, koalisi partai
pengusung Prabowo sekurang-kurangnya memiliki 352 suara di MPR—lebih
dari separuh kursi yang total 592. »Bukan mustahil pemilu presiden nanti
mekanismenya diubah, karena Prabowo tahu persis pemilihan umum langsung
oleh rakyat dia sulit terpilih,” kata Ikrar.
Ketua Umum
Partai Golkar Aburizal Bakri memastikan Koalisi Merah Putih—yang terdiri
atas Golkar, Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat
Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera—dibentuk bukan sekadar untuk
mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam pemilihan presiden lalu.
Salah satunya, kata Aburizal, Koalisi ingin menjadi penyeimbang
pemerintahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar